Waspada! Covid-19 Omicron XBB Sudah Terdeteksi di Indonesia, Disini Lokasinya

- Senin, 24 Oktober 2022 | 11:57 WIB
Ilustrasi Covid-19.
Ilustrasi Covid-19.

DAGANGBERITA.COM - Covid-19 varian Omicron masih bermutasi. Kementerian Kesehatan mendeteksi Omicron Subvarian di Indonesia.

Oleh karena itu, Kemenkes mengimbau masharakat waspada dan tetap memperkuat protokol kesehatan. Terutama memakai masker.

Juru Bicara Covid-19 Kemenkes, dr. M. Syahril menyebutkan, lonjakan kasus Covid-19 karena XBB terjadi di Singapura. Ini ditandai peningkatan tren perawatan di rumah sakit.

''Peningkatan kasus gelombang XBB di singapura berlangsung cepat dan sudah mencapai 0,79 kali gelombang BA.5 dan 0,46 kali gelombang BA.2,'' Ujar Syahril dikutip dari pers release di situs web resmi Kemenkes yang dilihat pada Senin, 24 Oktober 2022.

Baca Juga: Sinopsis Takdir Cinta yang Kupilih, Hari Ini 24 Oktober 2022 di SCTV, Tammy dan Novia Hamil?

Baca Juga: Kunci Jawaban Informatika SMP Kelas 7 Halaman 106 107 108 109 110 111 Bab 4 Kurikulum Merdeka

Baca Juga: Hotman Paris : Indonesia Kebanjiran Buah dan Sayur Impor Tanpa Ada Pengawasan Dari Segi Kesehatan

Baca Juga: Pidana Menanti, Bagi Pasangan Belum Nikah Check-In Hotel

Baca Juga: Kapal Kargo KM DBS03 Karam Diperairan Pulau Rangsang,  9 ABK Terombang-ambing

Sejak pertama kali ditemukan, sebanyak 24 negara melaporkan temuan Omicron varian XBB termasuk Indonesia.

Kasus pertama XBB di Indonesia merupakan transmisi lokal, terdeteksi pada seorang perempuan, berusia 29 tahun yang baru saja kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.

''Ada gejala seperti batuk, pilek dan demam. Ia kemudian melakukan pemeriksaan dan dinyatakan positif pada 26 September. Setelah menjalani isolasi, pasien telah dinyatakan sembuh pada 3 Oktober,'' jelas Syahril.

Menyusul temuan ini, Kemenkes bergegas melakukan upaya antisipatif dengan melakukan testing dan tracing terhadap 10 kontak erat. Hasilnya, seluruh kontak erat dinyatakan negatif COVID-19 varian XBB.

Jubir Syahril mengatakan meski varian baru XBB cepat menular, namun fatalitasnya tidak lebih parah dari varian Omicron. Kendati demikian negara belum bisa dikatakan aman dari pandemi COVID-19.

Baca Juga: NIK di KTP dengan KK Beda, Mana yang Dipakai? Ini Penjelasan Dirjen Dukcapil Kemendagri

Baca Juga: Nama Orang Tidak Boleh Lebih 60 Huruf dan Pakai Gelar, Ini Syarat Memberi Nama kepada Anak Sesuai Permendagri

Baca Juga: Seorang Mualaf Ingin Ganti Nama di KTP, KK, Akta Kelahiran dan Ijazah, Begini Cara Dijelaskan Dirjen Dukcapil

Sebab berbagai mutasi varian baru masih berpotensi terus terjadi. Dalam 7 hari terakhir juga dilaporkan terjadi kenaikan kasus di 24 provinsi.

Syahril meminta masyarakat mengedepankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menghindari kerumunan dan mencuci tangan pakai masker, dan melakukan testing apabila mengalami tanda dan gejala COVID-19.

Halaman:

Editor: Jefri Valdano

Sumber: Kemenkes RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gajah Liar di Provinsi Riau Dipasangkan GPS

Rabu, 8 Februari 2023 | 18:42 WIB
X