Kematian Gadis 22 Tahun di Rohil- Riau, Kapolres : Leher Korban Diinjak Ibu Tirinya

- Minggu, 22 Januari 2023 | 18:21 WIB
Ilustrasi Manhwa
Ilustrasi Manhwa

DAGANGBERITA.COM - Kepolisian Resort (Polres) Rohil, menahan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) inisial AAP atas pengakuannya sendiri membunuh anak Tirinya Rena Novita alias Novi, yang dilakukan dirumahnya di Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Riau.

Baca Juga: Polres Dharmasraya Tangkap Pemuda Yang Melarikan dan Menghamili Perempuan Diabawah Umur

Terungkapnya kejanggalan kematian gadis 22 tahun itu, setelah dipastikan meninggal dunia pada Rabu (11/1/2023), sekitar pukul 14.00 WIB.

Kemudian, saat pihak keluarga memandikan jasadnya menemukan kejanggalan pada bagian leher dan dadanya. Lalu dilaporkan ke Polsek Sinembah, jajaran Polres Rohil.

Setelah dilaporkan, Polsek Sinembah dan Polres Rohil melibatkan tim inafis Polda Riau, membongkar makam korban. Selanjutnya melakukan autopsi.

Proses autopsi menghasilkan diketahui penyebab kematian korban adalah akibat adanya kekerasan benda tumpul di daerah leher yang menimbulkan patah tulang segmen leher.

" Hasil otopsi ditemukan adanya gangguan pernapasan akibat leher korban diinjak oleh pelaku," terang Kapolres Rohil AKBP Andrian Pramudianto, Minggu tanggal 22 Januari 2023.

Menindak lanjuti hasil autopsi tersebut, selanjutnya dilakukan pemeriksaan saksi-saksi, dimana didapat informasi pelaku kerap melakukan kekerasan fisik dan juga psikis terhadap korban. " Saksi-saksi tetangga mengaku sering melihat korban dianiaya," terang Kapolres.

Menurut cerita, persisnya di tanggal 31 Desember 2022 lalu, sekitar pukul 18.00 WIB, kepala korban dibenturkan ke tanah hingga lehernya patah.

Bahkan, informasinya pelaku juga menginjak leher dan dada korban sehingga Rena Novita mengalami sakit. " Sejak dibenturkan kepala korban tidak bisa tegak lurus dan menjadi miring ke kanan," terang Kapolres.

Sejak pelaku menjadi ibu Tirinya, korban disebutkan sering menangis setelah mendapat penganiayaan. " Korban dipastikan meninggal pada Rabu (11/1/2023), sekitar pukul 14.00 WIB," terang Kapolres.

Sejak menikah dengan bapaknya, setiap harinya AAP bertindak mengasuh korban. Sedangkan hasil pemeriksaan pelaku, perbuatan itu dilakukannya karena tidak senang dengan korban yang enggan disuruh.

"Sejak awal pelaku mengaku tidak suka dengan korban, ditambah lagi korban tidak mau disuruh," kata Kapolres.

Dari hasil penyelidikan yang mengarah ke pelaku, ibu tirinya saat diinterogasi mengakui perbuatannya menganiaya korban hingga tewas.

Selain mengamankan pelaku, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 1 helai baju kaos warna merah, 1 helai celana panjang warna Hitam, dan 1 buah karpet berwarna hjau.

Halaman:

Editor: A. Muharram

Tags

Terkini

X