Polda Riau Ekpos Perkara Dugaan Korupsi PNS di Staff Bagian Umum DPRD Riau

- Sabtu, 24 Desember 2022 | 00:57 WIB
Tersangka AG (50) Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Staff Bagian Umum DPRD Provinsi Riau
Tersangka AG (50) Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Staff Bagian Umum DPRD Provinsi Riau

DAGANGBERITA.COM - Penyidik Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, melengkapi berkas atau tahap II, kasus Tindak Pidana Korupsi melibatkan AG (50) Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Staff Bagian Umum DPRD Provinsi Riau.

Tersangka AG ditahan pada tanggal 20 Oktober 2022 oleh Subdit Tipikor Polda Riau, dalam perkara keterlibatannya penandatanganan dokumen surat perintah kerja (SPK) kontrak tidak sah/fiktif untuk kredit modal kerja kontruksi subplafond IV CV Putra bungsu di PT Bank Jawa Barat dan Banten, tbk Cabang Pekanbaru - Riau.

"Jadi setelah ditahan sebagai tersangka, kemarin penyidik telah melengkapi berkas dan dinyatakan lengkap JPU," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, didampingi Dirreskrimsus Kombes Ferry Irawan dan Kasubdit Tipikor Kompol Teddy Adrian, Jumat tanggal 23 Desember 2022.

Narto sapaan akrabnya menjelaskan, modus tersangka dalam perkara ini yakni membubuhkan tanda tangan sebagai pihak pemberi kerja (bouwheer) pada dokumen Tanda Bukti Kunjungan dan Berita Acara Verifikasi Kebenaran atas dokumen kontrak/SPK yang tidak sah (fiktif) agar pencairan kredit dapat dilakukan.

Narto menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada Kamis (15/12/2022) di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten (Persero), Tbk Cabang Pekanbaru.

Kronologisnya, jelas Narto, dihari itu CV Putra Bungsu yang dikelola kontraktor inisial AB, tersangka yang diproses pada berkas perkara terpisah juga telah P21 dan mantan Manager Bisnis Bank BJB Cabang Pekanbaru inisial IO melakukan pencairan Kredit Modal Kerja Kontruksi (KMKK) CV. Putra Bungsu pada Sub Plafond 4 sebesar Rp1.150.000.000.

AG selaku Staff Bagian Umum DPRD Provinsi Riau dan pihak bouwheer, lalu membubuhkan tanda tangan pada dokumen Tanda Bukti Kunjungan dan Berita Acara Verifikasi Kebenaran atas Surat Perintah Kerja (SPK) CV Putra Bungsu Nomor : 06/SPK/LELANG/IX/2015/027, tanggal 09 September 2015.

"Kegiatannya pekerjaan pengecatan Gedung DPRD Provinsi Riau yang merupakan dokumen kontrak tidak sah/fiktif," terang Narto.

Narto menjelaskan, sebenarnya pemenang lelang pelaksana pekerjaan adalah CV Lintas Raya.

Atas temuan itu, penyidik lalu melakukan pemeriksaan dengan hasil yang didapat dari Laboratorium Forensik bahwa tanda tangan yang dibubuhkan pada dokumen Tanda Bukti Kunjungan dan Berita acara Verifikasi Kebenaran atas dokumen kontrak tidak sah/fiktif an CV Putra Bungsu.

"Penyidik mendapat hasil uji laboratorium bahwa tanda tangan di dalam dokumen tersebut identik sebagai tanda tangan AG," ujar Narto.

Selanjutnya, Bank BJB Cabang Pekanbaru melakukan pencairan kredit ke rekening Giro CV Putra Bungsu sebesar Rp. 1.150.000.000, yang belakangan berstatus kredit macet (Kolektabilitas 5), karena tidak ada sumber berbayar yang berasal dari pihak pemberi kerja (Bouwheer) ke rekening CV Putra Bungsu.

Hasil serangkaian penyelidikan, AG ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 20 Oktober 2022. Selanjutnya, pada tanggal 5 Desember 2022 berkas perkara telah dinyatakan lengkap (P 21) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Hasil hitungan Badan Pemeriksa Keuangan, PT BJB mengalami kerugian Rp1.150.000.000," jelas Narto.

Selain menyerahkan tersangka AG, penyidik sebut Narto juga menyerahkan barang bukti Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor: 06/SPK/LELANG/IX/2015/027, tanggal 09 September 2015, paket pekerjaan pengecatan Gedung Kantor DPRD Provinsi Riau sumber dana : APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2015 atas mata aggaran kegiataan Pengadaan Peralatan Gedung Kantor dengan nilai pekerjaan Rp1.843.716.015,41.

Halaman:

Editor: A. Muharram

Tags

Terkini

X