• Minggu, 27 November 2022

IPW : KPK Diminta Tidak Tebang Pilih, Dalam Kasus Tersangka Lukas Enembe Gubernur Papua

- Senin, 21 November 2022 | 12:49 WIB
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso (A. Muharram)
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso (A. Muharram)

DAGANGBERITA.COM - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mendorong kpk melakukan penegakkan hukum yang lugas dan tidak tebang pilih dalam kasus tersangka Lukas Enembe Gubernur Papua.

Pimpinam KPK harus membuka pada publik hasil pemeriksaan kesehatan oleh Dokter KPK dan IDI yang melakukan pemeriksaan kesehatan Enembe .Bila kondisi Enembe sehat harus segera dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka .

Baca Juga: Hari Anak Internasional DPP LSM Peduli SDM Provinsi Riau dan Gerai Young Riau Berikan Bantuan Kepanti Asuhan

" Terkait 2 pengacara Lukas Enembe, Roy Rening dan Aloysius Renwarin yang dimintai keterangan sebagai saksi ketua IPW memintA keduanya harus menghormati hukum dengan datang dan memberikan keterangan pada KPK," kata Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, Senin tanggal 21 November 2022 dalam rilis yang dikirim ke Dagangberita.com .

selai itu Sugeng Teguh Santoso menyebutkan, pernyataan kedua tersebut yang tidak datang memenuhi panggila KPK dengan alasan imunitas Profesi advokat justru menimbulkan spekulasi publik. Karena respon dgn merujuk imunitas Profesi advokat seakan akan menunjukkan advokat Roy Rening dan aloysius renwarin menduga mereka berdua akan diproses sebagai tersangka .

Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Brasil vs Serbia Piala Dunia 2022 : Peta Kekuatan dan Statistik Kedua Tim

Padahal kepada kedua advokat tersebut masih dalam tahap diminta keterangan sebagai saksi dalam perkara Lukas Enembe.

Ketentuan pasal 16 UU Advokat yang telah diperluas pemaknaannya oleh Mahkamah Konstitusi bahwa seorang advokat tidak dapar dituntut secara pidana dan perdata didalam dan diluar persidangan pengadilan dalam rangka pembelaan kliennya mensyaratkan adanya itikad baik.

" Bila dalam pembelaan terhadap kliemnya dilakukan dengan melanggar norma hukum,norma kepatutan maka advokat tersebut tidak dilindung oleh imunitas profesi," jelasnya.

 IPW mengingatkan bahwa seorang advokat dapat saja dikenakan proses pidana pasal 21 UU Tipikor bila dalam menjalankan tugasnya membela klien tidak berlandaskan itikad baik. Hal ini sudah terjadi pada advokat Frederick Yunadi dan Advokat Lucas yang telah dipidana karena menghalangi penyidikan .

Halaman:

Editor: A. Muharram

Tags

Terkini

X