• Sabtu, 13 Agustus 2022

Narapidana Terorisme di Lapas Kelas IIB Garut  Ikrar Setia pada NKRI

- Jumat, 14 Januari 2022 | 13:57 WIB
Mulyanto Bin Rahman (35), napi kasus tindak pidana terorisme yang menjalani masa tahanan di lapas Kelas IIB Garut, berikrar untuk kembali setia kepada NKRI seiring munculnya kesadarannya. Ia pun sempat melakukan penghormatan dan mencium bendera merah putih sebagai tanda kesetiaannya kepada NKRI  (foto sumber /Kabar Priangan/Aep Hendy)
Mulyanto Bin Rahman (35), napi kasus tindak pidana terorisme yang menjalani masa tahanan di lapas Kelas IIB Garut, berikrar untuk kembali setia kepada NKRI seiring munculnya kesadarannya. Ia pun sempat melakukan penghormatan dan mencium bendera merah putih sebagai tanda kesetiaannya kepada NKRI (foto sumber /Kabar Priangan/Aep Hendy)

DAGANG BERITA- Seorang narapidana (napi) tindak pidana terorisme yang menjadi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Garut mengaku sadar dirinya telah tersesat dan menganut ajaran yang salah. Ia pun akhirnya memilih untuk berikrar setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ikrar setia terhadap NKRI diucapkan napi bernama Mulyanto Bin Rahman di aula Lapas Kelas IIB Garut di Jalan KH Hasan Arief, Kecamatan Banyuresmi, Garut pada Kamis, 13 Januari 2022.

Hadir dan turut menjadi saksi dalam kegiatan tersebut pejabat di Lapas Kelas IIB Garut, Rutan, Bapas, Kementerian Agama, BNPT, serta Densus 88 Anti Teror.

Baca Juga: 5 Desa di Selaawi Garut  Diterjang Banjir Bandang

Tak hanya mengucapkan ikrar setia terhadap NKRI, pria berusia 35 tahun itu pun memberikan penghormatan serta mencium bendera merah putih. Sebelumnya, ia juga ikut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan khidmat.

"Ikrar setia terhadap NKRI ini benar-benar timbul dari keinginan saya sendiri seiring dengan kesadaran yang saya rasakan. Sebenarnya keinginan ini sudah muncul sejak sekitar 6 bulan yang lalu," ujar Mulyanto seusai pengucapan ikrar di aula Lapas Kelas IIB Garut. Dikutip laman Pikiran-Rakyat.com dengan judul Tobatnya Narapidana Terorisme, Menyesal hingga Ikrar Setia pada NKRI

Dikatakannya, ia sempat bergabung dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Provinsi Jambi. Ia ditangkap Densus 88 Anti Teror di wilayah Depok dan sebelumnya menjalani hukuman di Lapas Gunung Sindur, Bogor.

Selama menjalani hukuman, tutur Mulyanto, dia banyak berkomunikasi baik dengan sesama narapidana maupun dengan para petugas Lapas. Selain itu, ada juga pembinaan yang dilakukan petugas BNPT.

Menurutnya, dari hasil komunikasi itulah sedikit demi sedikit kesadarannya mulai timbul hingga akhirnya tekadnya untuk setia kepada NKRI benar-benar bulat. Ia pun berjanji tidak akan mau terjebak lagi masuk ke dalam kelompok-kelompok berbau terorisme yang sering melakukan aksi radikalisme dan merugikan banyak pihak.

"Selama ini saya juga secara rutin mendapat pendampingan psikologis, kebangsaan dan agama dari BNPT. Komunikasi dengan para petugas Lapas pun berjalan dengan baik, tak ada sekat sehingga saya pun banyak mendapatkan masukan dari mereka," katanya.

Halaman:

Editor: Dede Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X