• Sabtu, 13 Agustus 2022

Diserang Aparat, Aktivitas Anak-anak di Desa Wadas Juga Terganggu

- Kamis, 10 Februari 2022 | 12:17 WIB
Viral sebuah vidio yang menayangkan warga di Desa Wadas, Purworejo yang dikepung ratusan polisi saat sedang bermujahadah di masjid. (Dok. @wadas_melawan/Suara)
Viral sebuah vidio yang menayangkan warga di Desa Wadas, Purworejo yang dikepung ratusan polisi saat sedang bermujahadah di masjid. (Dok. @wadas_melawan/Suara)

Dagangberita.com - Sama seperti para orang dewasa, aktivitas anak-anak di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah juga terganggu sejak aparat masuk ke lingkungan tersebut.

Sejak Selasa (8/2/2022), warga Wadas dan orang-orang yang membelanya ditangkapi dengan menggunakan aksi represif. Preman dan aparat kepolisian serta TNI melakukan penyisiran hingga ke masjid, balai desa, rumah-rumah, dan pos penjagaan milik warga. Kegiatan itu juga dilanjutkan pada Rabu (9/2/2022) pukul 08.00 WIB kemarin, dikutip dari Suara.com.

Baca Juga: Begini Kronologis Kecelakaan Anak Gubernur Kaltara AKP Novandi

Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempa Dewa) mengabarkan, Kamis (10/2/2022), bahwa rasa takut dan trauma menghantui warga Wadas karena banyak pria digelandang ke Polres Purworejo tanpa alasan. Kondisi psikologis sanak keluarga pun makin terdampak dengan kesulitan mengakses informasi terkait kondisi orang-orang yang ditangkap.

Gempa Dewa menyebutkan, ingatan warga Wadas akan kekerasan membabi buta yang mereka dapat dari aparat pada 23 April 2021 kembali mengemuka, ditambah dengan 16 kali momen yang sama dalam kurun waktu September sampai Oktober 2021.

Sejak desa mereka diserbu aparat pada Selasa, aktivitas keseharian mereka terhambat karena alat pertanian, membuat besek, dan mencari rumput ikut dirampas.

Bukan saja aktivitas ekonomi warga yang terganggu, Gempa Dewa menjelaskan, anak-anak juga takut untuk pergi sekolah. Pengepungan ini pun memaksa warga untuk bergantung pada pasokan logistik seadanya.

Baca Juga: Seorang Karyawan Berhasil Gagalkan Aksi Bobol ATM di Minimarket

Sejumlah warga pun memutuskan untuk berkumpul di Dusun Randuparang. Selain di dusun tersebut, aparat rupanya juga memenuhi Dusun Winong dan melakukan penyisiran sampai masuk ke rumah-rumah warga.

"Aparat kepolisian merazia telepon seluler/handphone (HP) milik warga tanpa alasan jelas dan seizin pemiliknya," ungkap perwakilan Gempa Dewa, Kamis.

Halaman:

Editor: Andriansyah

Tags

Terkini

Taman Nasional Komodo New 7 Wonder

Jumat, 5 Agustus 2022 | 22:36 WIB

Provinsi Riau Ada 29 Kerajaan

Rabu, 3 Agustus 2022 | 22:58 WIB

Sudah Tahu Asal Usul Nama Candi Muara Takus

Rabu, 27 Juli 2022 | 18:51 WIB

Wisata Sungai Gagak Kampar Butuh Waktu 2,5 Jam

Rabu, 27 Juli 2022 | 16:18 WIB
X